“Belajar dan Hidup di Alam Bebas”

Budaya

Suku Baduy memiliki kebiasaan yang dapat mempengaruhi budaya sekarang, diantaranya :

–   Hidup dan belajar bersama alam

Di Baduy, tidak pernah didirikan sekolah formal seperti pada umumnya karena secara adat, penghuni kampung Baduy dididik dari alam dan orangtua mereka sendiri. Karenanya, suku etnis Baduy tidak mengenal aktivitas baca-tulis. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Sunda dengan dialek Sunda Kulon.

Sebenarnya, setiap orang yang mengerti bahasa Sunda tidak mengalami kesulitan berkomunikasi dengan mereka. Sebab, perbedaannya hanya terletak pada intonasi pengucapan. Sementara bahasa Indonesia biasanya hanya dimengerti oleh kaum muda Baduy.

Kampung Baduy memberikan kedamaian dan ketenangan jiwa bagi penghuninya. Mereka tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor, radio, televisi, lampu penerangan, dan segala sarana dari sumber energi listrik yang dihasilkan dari kebudayaan modern. Untuk mengolah padi menjadi beras, misalnya, orang Baduy tidak menggunakan mesin, melainkan penumbuk lisung dan alu yang biasanya dikerjakan oleh kaum wanita.

Membuat gula aren juga salah satu mata pencaharian mereka. Gula aren atau enau menjadi hasil pertanian yang banyak diminati masyarakat luar Baduy karena rasa dan aromanya sudah tersohor, salah satu sebagai bahan pembuat minuman kebugaran tubuh.

Sementara itu, orang Baduy hanya mengenal dua warna pakaian, yaitu hitam atau warna gelap (biru tua) untuk orang Baduy luar dan putih untuk Baduy dalam. Ikat kepala bernama Udeng selalu dikenakan kaum laki-laki, baik anak-anak maupun dewasa. Sementara, kaum wanita Baduy selalu mengenakan pakaian bermodel kebaya dan kain.

–    Destinasi wisata

Tempat-tempat menarik di Baduy, antara lain rumah adat orang Baduy yang dibuat heterogen. Tidak ada seseorang dengan status sosial kaya ataupun miskin, karena mereka membuat rumah secara seragam; dari bambu, kayu dan beratap ijuk atau daun sejenis pandan.

Lumbung padi juga memiliki daya tarik tersendiri karena memiliki bentuk khas sebagai tempat penyimpanan hasil panen. Padi yang disimpan di dalamnya bisa tahan bertahun-tahun sebagai cadangan pesta atau musim paceklik.

Keindahan sungai Ciujung yang mengaliri sepanjang perkampungan Baduy menjadi daya tarik lainnya. Air belum tercemar, arus derasnya juga banyak diminati pengunjung untuk menyempatkan berenang dan mandi. Apalagi, kesempatan emas ini tidak mungkin didapat di sungai-sungai perkotaan.

–    Mata Pencaharian Hidup Suku Baduy

Mata pencarian masyarakat Baduy yang paling utama adalah bercocok tanam padi huma dan berkebun serta membuat kerajinan koja atau tas dari kulit kayu, mengolah gula aren, tenun dan sebagian kecil telah mengenal berdagang. Selain itu mereka juga mendapatkan penghasilan tambahan dari menjual buah-buahan yang mereka dapatkan di hutan seperti durian dan asam keranji, serta madu hutan.

Kehidupan orang Baduy berpenghasilan dari pertanian, dimulai pada bulan kaampat kalender Baduy yang dimulai dengan kegiatan nyacar yakni membersihkan semua belukar untuk menyiapkan ladang. Ada 4 jenis lading untuk padi gogo yaitu Huma serang, merupakan suatu lading suci bagi mereka yang berpemukiman dalam. Huma tangtu merupakan lading yang dikerjakan oleh orang Baduy Dalam yang meliputi Huma tuladan atau huma jaro. Huma penamping merupakan ladang yang dikerjakan oleh orang Baduy diluar kawasan tradisional.

Pengaruh pertaniannya akan dirasakan oleh budaya saat ini. Yang memang kebanyakan lahan hijau sudah dijadikan lahan gedung-gedung bertingkat. Dan semakin sulit untuk membuka lahan pertanian. Masyarakat baduy yang memang hidup bertani, itu sudah membantu kehidupan masyarakat jaman sekarang dalam memperoleh beras sebagai makanan pokok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s